Resmi: Petunjuk Teknis APD

envato-4966945_1920

Tersedia untuk diunduh di sini adalah dokumen resmi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berisi petunjuk teknis terkait alat pelindung diri (APD) dalam menghadapi wabah COVID-19. Dokumen tertanggal 8 April 2020 ini menyajikan pengantar dari dr. Bambang Wibowo, Sp.OG (K), MARS (Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan) selaku Pengarah sebagai berikut:

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas berkah dan
karuniaNya sehingga Petunjuk Teknis Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dalam Menghadapi Wabah COVID-19 dapat selesai disusun.

Pada tanggal 11 Maret 2020 WHO telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi. Kemudian Indonesia menetapkan CoVID-19 sebagai bencana nasional pada tanggal 14 Maret 2020. Kasus COVID-19 di Indonesia meningkat setiap hari, menyebabkan kebutuhan APD meningkat tajam, sehingga terjadi kelangkaan APD dan harga APD melambung tinggi. Hal ini menjadi permasalahan di Fasiltas Pelayanan Kesehatan khususnya rumah sakit yang menjadi tempat isolasi dan perawatan bagi pasien dengan pengawasan maupun konfirmasi (+) COVID-19.

Kementerian Kesehatan telah menetapkan 132 rumah sakit rujukan Covid-19, dan dengan bertambahnya kasus maka perawatan dapat diberikan pula oleh rumah sakit swasta maupun pemerintah lainnya. Pada kondisi pandemi, setiap negara mempunyai permasalahan yang sama dalam hal ketersediaan APD di fasilitas pelayanan kesehatan untuk digunakan oleh tenaga kesehatan. Oleh sebab itu WHO dan CDC mengeluarkan beberapa pedoman untuk penggunaan APD secara rasional dan efektif serta alternatifnya bagi tenaga kesehatan dalam masa krisis.

Kementerian Kesehatan dibantu oleh kelompok kerja nasional PPI, memandang perlu untuk meningkatkan pemahaman khususnya tentang penggunaan APD disesuaikan dengan kondisi di Indonesia sebagai pegangan bagi pimpinan fasyankes, tenaga medis, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan saat keterbatasan ketersediaan APD terjadi dengan tetap mengutamakan keselamatan diri maupun pasien. Dalam proses penyusunan juknis ini telah diselenggarakan pembahasan bersama dengan beberapa RS Vertikal, RS Daerah, dan organisasi perumahsakitan melalui video conference.

Saya sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan pedoman ini. Saya berharap pedoman ini dapat dimanfaatkan dengan baik serta menjadi acuan dalam pelayanan saat kita menghadapi keterbatasan ketersediaan APD dengan tetap memperhatikan prinsip keselamatan petugas dan pasien. Juknis ini akan terus diperbaiki sesuai dengan kebutuhan dan bukti terkini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s